Prabowo: Pangan Nasion...

Prabowo: Pangan Nasional Harus Swasembada, Kunci Amankan Ekonomi Indonesia

Ukuran Teks:

Harian-Tinta.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menetapkan pengamanan dan swasembada pangan nasional sebagai program utama pemerintahannya. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan global dan memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi dunia, disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI beberapa waktu lalu.

Prabowo menjelaskan, pengalaman krisis global seperti pandemi Covid-19, perang, hingga gangguan produksi pangan dunia menjadi pelajaran penting. Saat krisis terjadi, banyak negara pengekspor pangan menghentikan ekspor, menyebabkan lonjakan harga pangan dunia.

"Program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan," tegas Prabowo.

Menurutnya, pemerintah bergerak cepat memperkuat produksi dan cadangan pangan nasional saat krisis. Hasilnya, produksi pangan Indonesia kini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Diketahui, cadangan beras pemerintah yang pada Desember 2025 berada di angka 3,25 juta ton, per 10 Mei 2026 telah meningkat menjadi lebih dari 5,3 juta ton.

Prabowo menyatakan, upaya ini sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga dan pakar dunia bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat atau kelima dunia pada 2045. Hal ini diharapkan memotivasi penguatan ketahanan nasional, khususnya di sektor pangan dan pertanian.

Selain pangan, Prabowo juga menyinggung kontribusi besar sektor pertanian dan perkebunan terhadap perekonomian nasional. Saat ini, Indonesia adalah pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Ketahanan Pangan, Kunci Prabowo Amankan Ekonomi Indonesia

Devisa ekspor minyak kelapa sawit mencapai US$23 miliar atau setara Rp391 triliun pada tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor sektor pertanian pada Januari-Desember 2025 mencapai Rp756,59 triliun. Angka ini meningkat sekitar Rp166 triliun dibanding periode sebelumnya.

Sementara itu, impor sektor pertanian turun sekitar Rp41 triliun. Hal ini memperlihatkan bahwa sektor pertanian kini menjadi bantalan utama ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah juga memperkuat produksi pupuk nasional. Prabowo menyebut Indonesia bahkan turun tangan membantu sejumlah negara lain melalui pasokan pupuk, karena produksi dalam negeri yang surplus.

"Kita diminta bantuan pupuk oleh negara-negara lain karena produksi pupuk kita lebih," ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut arahan Presiden Prabowo untuk mengamankan pangan nasional. Menurutnya, arahan tersebut menjadi pegangan utama dalam mempercepat swasembada dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas, pangan harus aman dan Indonesia harus semakin mandiri," kata Amran.

Amran menambahkan, Kementerian Pertanian dipastikan terus mempercepat berbagai program strategis untuk menjaga momentum peningkatan produksi. Ini juga dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

Peningkatan cadangan beras pemerintah saat ini, disebut Amran, membuktikan bahwa strategi penguatan produksi mulai menunjukkan hasil nyata. "Ini hasil kerja bersama. Stok meningkat, produksi meningkat, dan petani semakin bergairah karena pemerintah hadir mengawal dari produksi hingga penyerapan," pungkas Amran.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan