Netanyahu Diteriaki ‘Pembunuh Bayi’ Saat Kunjungan ke AS
TERAS BERITA
Harian-Tinta.com, Washington DC – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diteriaki "pembunuh bayi" dan "penjahat perang" oleh aktivis pro-Palestina di Washington DC, Amerika Serikat. Insiden terjadi saat aktivis menerobos lobi Hotel Four Season pada Senin (27/7) waktu setempat, memprotes kunjungan Netanyahu.
ISI BERITA
Konfrontasi ini, menurut laporan The Jerusalem Post dan TRT World pada Jumat (31/7/2026), bermula ketika aktivis pro-Palestina berhasil memasuki lobi Hotel Four Season di Georgetown. Mereka berupaya masuk ke restoran tempat Netanyahu sedang bersantap malam.
Petugas keamanan dan aparat kepolisian AS segera bertindak cepat. Mereka secara paksa mengusir para aktivis tersebut keluar dari gedung hotel. Selama proses pengusiran, aktivis terus meneriakkan kecaman keras.
"Bibi, Bibi, Anda tidak bisa bersembunyi. Anda telah melakukan genosida!" teriak salah satu aktivis pro-Palestina di lobi hotel, seperti terekam dalam video yang dipublikasikan TRT World. Aktivis lainnya menimpali, "Penjahat perang! Pembunuh bayi!"
Para aktivis pro-Palestina ini terus meneriakkan kecaman terhadap Netanyahu. Hal itu terjadi meskipun mereka dikawal oleh sejumlah petugas keamanan dan personel kepolisian AS hingga keluar dari area lobi hotel.
Insiden ini terjadi di tengah pengamanan ketat yang melingkupi PM Israel selama kunjungannya ke Washington DC. Diketahui, Netanyahu melakukan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump dan para pejabat tinggi Amerika. Ia juga menghadiri acara memorial untuk mendiang Senator AS Lindsey Graham, seorang pendukung setia Israel.
Sementara itu, konfrontasi di hotel tersebut berlangsung bersamaan dengan unjuk rasa yang lebih luas di Washington DC. Ratusan demonstran melakukan longmarch menuju Gedung Putih dan kompleks perkantoran pemerintah AS.
Dalam aksinya, para demonstran melambaikan bendera Palestina dan membawa spanduk serta poster penolakan kunjungan Netanyahu. Di jalanan Washington DC, demonstran juga menegaskan penolakan keras terhadap dukungan AS bagi operasi militer Israel.
Para demonstran juga menggunakan pengeras suara untuk mendesak pemerintah AS. Mereka menuntut agar pemerintah melaksanakan surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu. Tuntutan ini terkait tuduhan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan dalam perang Gaza.
"Benjamin Netanyahu adalah penjahat perang; satu-satunya tempat yang pantas baginya adalah di balik jeruji besar ICC, karena sudah ada surat perintah penangkapan terkait hal itu, dan saya tidak ingin uang pajak saya digunakan untuk membela orang seperti dia," teriak salah satu demonstran.
Demonstran lain mencetuskan, "Kami menuntut pemerintah Amerika Serikat mematuhi surat perintah ICC dan menangkap Netanyahu, lalu menyerahkannya ke pengadilan internasional agar dia mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam mendalangi genosida terhadap rakyat Palestina."