Harian-Tinta.com, Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menjaga stabilitas nasional. Ia meminta pemimpin ormas menjaga lisan dan perbuatan agar tak menimbulkan kegaduhan, mengibaratkan mereka seperti sopir bus. Pesan ini disampaikan saat silaturahmi nasional dan halalbihalal MUI di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Anwar menyampaikan hal tersebut di hadapan para pemimpin ormas Islam. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran kabinet tengah berupaya membawa Indonesia menjadi negara maju, makmur, dan sejahtera.
"Kewajiban kita sebagai tokoh umat Islam menyediakan situasi yang memungkinkan pemimpin negara ini membangun dengan tenang, membangun dengan baik, membangun dengan konstruktif. Itu yang dibutuhkan," kata KH Anwar.
Ia juga mengingatkan bahwa para pemimpin ormas Islam memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mereka perlu lebih bijak dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.
"Kita harus hati-hati, ibarat sopir kita ini sopir bus, bukan sopir pembalap," ujarnya. "Kalau pembalap nyopir kendaraan kencang banget, nabrak, yang mati ya dia sendiri. Tapi kalau sopir bus, kalau ada kecelakaan, yang susah bukan hanya sopir, penumpangnya juga ikut susah."
Berdasarkan pernyataan Anwar, pentingnya kearifan dalam setiap ucapan dan keputusan ditekankan. Hal itu, menurutnya, agar tak memicu kegaduhan di masyarakat.
"Karena itu dibutuhkan satu kearifan dan kebijakan kita semuanya seperti yang ditaujihatkan tadi, itu bisa menjaga agar apa yang kita ucapkan, yang kita lakukan, yang kita putuskan itu tidak akan menimbulkan kegaduhan di mana-mana," imbuh dia.