Harian-Tinta.com – Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengungkapkan dua warga negara Indonesia (WNI) kembali diculik tentara Israel. Kedua WNI, Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo, ditangkap saat dalam pelayaran misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina, menggunakan kapal Kasr-1 Sadabat pada Rabu (20/5/2026). Dengan penangkapan ini, total sembilan WNI kini ditahan oleh Israel.
Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, membenarkan informasi tersebut kepada wartawan. Menurutnya, Asad Aras Muhammad adalah relawan dari Spirit of Aqso, sementara Hendro Prasetyo merupakan relawan SMART 71. Keduanya diketahui telah ditahan oleh Israel.
"Update Asad dan Hendro, konfirmasi intersep kapal Kasr-1 Sadabat. Total sembilan WNI diculik Israel," kata Harfin, Rabu (20/5/2026). Ia menambahkan, penahanan keduanya terpantau dari command center GSF di Turki.
Harfin menjelaskan, pesan SOS dari Hendro dan Aras sudah berhasil keluar. Oleh karena itu, semua WNI yang dalam perjalanan misi kemanusiaan Sumud Flotilla 2026 telah diculik.
Berdasarkan laporan GPCI, berikut adalah daftar sembilan WNI yang diculik tentara Israel:
- Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
- Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) Kapal Kasr-1
- Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize
- Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
- Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
- Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk
(dwr/dwr)