Harian-Tinta.com, Teheran – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah klaim Amerika Serikat (AS) yang menyebut dua kapal dagang berbendera AS berhasil melintasi Selat Hormuz pada Senin (4/5). IRGC menegaskan tidak ada satu pun kapal komersial yang melewati jalur perairan vital tersebut. Bantahan ini disampaikan di tengah ketegangan terkait penutupan Selat Hormuz yang strategis sejak 2 Maret lalu.
"Tidak ada kapal komersial atau kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa jam terakhir," tegas IRGC dalam pernyataan via Telegram, seperti dilansir AFP, Selasa (5/5/2026). Pernyataan tersebut melanjutkan, "Klaim para pejabat Amerika tidak berdasar dan sepenuhnya keliru."
Diketahui, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global, sangat terganggu. Gangguan ini terjadi sejak perang Iran melawan AS dan Israel berkecamuk pada 28 Februari lalu.
Berdasarkan pengumuman IRGC pada 2 Maret lalu, Selat Hormuz ditutup untuk lalu lintas maritim. Langkah ini membatasi perlintasan di jalur vital tersebut, mengguncang pasar energi global, dan meningkatkan kekhawatiran kerusakan ekonomi berkepanjangan. Sebelum perang, Selat Hormuz biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Sementara itu, komandan Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menyampaikan peringatan keras untuk kapal-kapal militer AS. Peringatan tersebut ditujukan bagi kapal yang nekat mendekati Selat Hormuz.
"Kapal-kapal perusak Amerika, menggunakan trik mematikan radar, berlayar mendekati Selat Hormuz, tetapi respons kami adalah tembakan," kata Hatami via media sosial X. Dia menambahkan, "Rudal-rudal jelajah dan drone tempur telah lepas landas. Keamanan kawasan ini merupakan garis merah Iran."
Sebelumnya, militer AS mengklaim sejumlah kapal perusak berpeluru kendali Amerika telah melewati Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut memasuki perairan Teluk sebagai bagian dari misi baru untuk memulihkan lalu lintas maritim.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengklaim bahwa "Dua kapal dagang berbendera AS telah berhasil melintasi Selat Hormuz dan secara aman melanjutkan perjalanan mereka."