Harian-Tinta.com, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengirim surat terbuka kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (4/6/2026) waktu setempat. Zelensky mengusulkan pertemuan langsung untuk mengakhiri perang, sekaligus menawarkan gencatan senjata penuh selama negosiasi. Langkah ini dilakukan setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan ratusan drone dan puluhan rudal ke Ukraina pada Selasa (2/6/2026) dini hari, menewaskan sedikitnya 11 orang.
Dalam suratnya, Zelensky menyampaikan keinginan untuk bertemu Putin. Ia mengusulkan pengakhiran perang melalui keterlibatan langsung kedua pemimpin.
"Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan," kata Zelensky dalam surat tersebut.
Zelensky juga menegaskan kesiapan Ukraina untuk gencatan senjata penuh selama proses negosiasi berlangsung. "Ukraina siap untuk gencatan senjata penuh selama negosiasi berlangsung," tambahnya.
Sebelumnya, Angkatan Udara Ukraina melaporkan serangan besar-besaran Rusia yang melibatkan ratusan drone dan puluhan rudal pada Selasa (2/6/2026). Berdasarkan laporan AFP dan Reuters, Rusia mengerahkan lebih dari 600 drone dan puluhan rudal, termasuk jenis balistik yang sulit ditembak jatuh.
Dalam pernyataan via Telegram, Angkatan Udara Ukraina mendeteksi 656 drone dan 73 rudal yang diluncurkan pasukan militer Rusia dalam semalam. Dari jumlah tersebut, Kyiv menyebut sebanyak 602 drone dan 40 rudal berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan oleh pertahanan udara Ukraina.
Juru bicara Angkatan Udara Ukraina menambahkan bahwa gelombang serangan udara Moskow juga melibatkan delapan rudal hipersonik Zircon. Ini kemungkinan menjadi jumlah terbesar pengerahan rudal hipersonik oleh Rusia selama perang berkecamuk empat tahun terakhir. Rudal hipersonik Zircon diklaim Moskow memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer dan mampu melesat sembilan kali kecepatan suara.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah melancarkan "serangan besar-besaran" terhadap fasilitas industri pertahanan Ukraina. Serangan ini menggunakan senjata jarak jauh berpresisi tinggi.
Akibat rentetan serangan rudal dan drone Rusia terhadap sejumlah kota, termasuk ibu kota Kyiv, sedikitnya 11 orang tewas. Selain itu, lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka hingga Selasa (2/6) dini hari, menurut laporan otoritas Ukraina.