Harian-Tinta.com, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah mendatangi dan menyisir lokasi ledakan bom rakitan di kompleks olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Selasa (14/7/2026). Bom yang meledak Sabtu malam lalu itu teridentifikasi sebagai bom berdaya ledak rendah (low explosive) yang dipicu remote, diduga dirancang tanpa niat melukai orang.
Tim Puslabfor Polri yang berjumlah empat orang ini dipimpin oleh Kasubdit Metalurgi Forensik Puslabfor Polri, Kompol Heriyandi. Mereka melakukan serangkaian pengecekan dan penelitian detail di titik lokasi ledakan, dekat tiang PJU.
Aktivitas olah TKP tersebut berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Tim Puslabfor didampingi oleh jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.
Menurut Kompol Heriyandi, tim belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan. "Untuk keterangan nanti saja ke Kapolres, karena ini belum selesai," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan penyelidikan awal yang dipimpin Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar, Kompol Iyus Ali Yusup, bom rakitan yang meledak tergolong low explosive atau berdaya ledak rendah.
Diketahui, bom rakitan tersebut dipicu oleh remote atau pengendali jarak jauh. Perancang bom disinyalir sengaja membuat efek ledakan keras tanpa adanya kerusakan maupun niat untuk melukai orang.