Harian-Tinta.com, Jakarta – Seorang hakim di Amerika Serikat (AS), Richard Leon, memerintahkan Presiden Donald Trump untuk menghentikan sementara pembangunan ballroom di bawah Gedung Putih. Perintah yang dikeluarkan pada Rabu (1/4/2026) ini menegaskan bahwa Trump bukanlah pemilik Gedung Putih dan membutuhkan persetujuan Kongres untuk melanjutkan proyek tersebut.
Hakim Richard Leon, dilansir AFP, Rabu (1/4/2026), menegaskan bahwa "Trump adalah ‘pengelola’ Gedung Putih, tetapi dia bukanlah pemiliknya!" Menurut Leon, persetujuan kongres akan dibutuhkan untuk keberlanjutan proyek tersebut.
Putusan ini dikeluarkan sebagai respons atas tantangan hukum dari National Trust for Historic Preservation di Amerika Serikat. Organisasi nirlaba ini dikenal berupaya melindungi bangunan bersejarah.
Leon kembali menegaskan, "Proyek pembangunan ruang dansa harus dihentikan sampai Kongres mengesahkan penyelesaiannya." Ia menawarkan penundaan dua minggu untuk perintahnya, memberi kesempatan Trump untuk mengajukan banding.
Hakim Leon menjelaskan, "Tidak ada undang-undang yang mendekati wewenang yang diklaim presiden." Ia menambahkan bahwa presiden dapat kapan saja meminta wewenang eksplisit kepada Kongres untuk membangun ruang dansa, bahkan dengan dana swasta.
Leon juga menyebut, "Kongres dapat memilih untuk mengalokasikan dana untuk ruang dansa." Bagaimanapun, ia menegaskan, Kongres akan tetap mempertahankan wewenangnya atas properti negara dan pengawasannya atas pengeluaran pemerintah.
Diketahui, Trump yang merupakan seorang pengembang real estat miliarder tidak merahasiakan hasratnya terhadap proyek ballroom tersebut. Politisi Republik berusia 79 tahun itu mengejutkan banyak pihak dengan merobohkan seluruh bagian Gedung Putih pada Oktober lalu.
Pembongkaran tersebut bertujuan untuk membangun pusat acara skala besar yang baru. Sejak saat itu, Trump jarang melewatkan kesempatan untuk membahas proyek tersebut, seringkali menyimpang dari topik pidatonya untuk membahas detail arsitektur fasilitas yang diusulkan.
Sementara itu, pada Selasa (31/3), Trump mengecam National Trust di media sosial. Ia menyebut kelompok tersebut sebagai "Kelompok Kiri Radikal yang Gila."
Trump bersikeras bahwa ruang ballroom yang diusulkan akan menjadi "bangunan terbaik dari jenisnya di mana pun di dunia." Proyek ini direncanakan sebagai tanda terbesar Trump di ibu kota AS sejak ia kembali menjabat pada Januari 2025.
Biaya ballroom, yang awalnya diusulkan sebesar $200 juta, kini diperkirakan mencapai $400 juta. Menurut Trump, dana tersebut dipenuhi oleh para donatur swasta, termasuk para pendukungnya yang kaya dan sejumlah perusahaan.