BGN Ungkap Alasan 1.15...

BGN Ungkap Alasan 1.152 Dapur Makan Bergizi Gratis Masih Distop

Ukuran Teks:

Harian-Tinta.com, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap masih ada 1.152 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dihentikan sementara operasionalnya. Penghentian ini dilakukan karena ribuan dapur tersebut belum memenuhi standar layanan yang telah ditetapkan pemerintah.

Dadan menegaskan pemerintah tidak akan memberi toleransi terhadap kualitas program MBG. "Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat," ujar Dadan dalam keterangan resminya, Senin (25/5).

Menurut Dadan, penghentian sementara operasional merupakan bagian dari evaluasi dan pengetatan standar layanan program MBG di seluruh Indonesia. Langkah ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk peningkatan kualitas dan keamanan program bagi penerima manfaat, khususnya peserta didik.

Diketahui, sejak awal 2025 hingga saat ini, total 4.581 SPPG sempat dihentikan sementara untuk menjalani proses peningkatan kualitas dan penyesuaian standar operasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.429 SPPG telah menyelesaikan pembenahan dan kembali beroperasi. Sementara itu, 1.152 SPPG lainnya masih dalam proses perbaikan.

BGN Ungkap Alasan Masih Setop Sementara 1.152 Dapur MBG

Dadan menjelaskan, sejumlah SPPG menerima surat peringatan karena beberapa persoalan. Masalah tersebut meliputi infrastruktur yang belum memenuhi standar, belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga belum didaftarkannya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"SPPG yang telah melakukan pembenahan dan memenuhi seluruh standar akan diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi. Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu," katanya.

Berdasarkan keterangan Dadan, dapur MBG yang saat ini masih menjalani pembenahan merupakan mitra yang sebelumnya ikut berkontribusi pada tahap awal pelaksanaan program. Oleh karena itu, pemerintah tetap memberi kesempatan bagi mereka untuk kembali beroperasi setelah menyelesaikan penyesuaian terhadap standar terbaru yang ditetapkan BGN.

"Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional," ujarnya.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan