IAEA: Iran Tak Punya S...

IAEA: Iran Tak Punya Senjata Nuklir, Namun Pengayaan Uranium 60% Resahkan

Ukuran Teks:

Harian-Tinta.com, Jakarta – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan belum menemukan bukti program terkoordinasi Iran untuk membuat senjata nuklir, menepis klaim Israel dan Amerika Serikat (AS). Meskipun demikian, Iran diketahui telah memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen, tingkat yang menimbulkan kekhawatiran serius.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, kepada NBC News pada Selasa (3/3/2026), menegaskan badan tersebut tidak mengidentifikasi ‘unsur-unsur program sistematis dan terstruktur untuk memproduksi senjata nuklir’ di Iran. Pernyataan ini sekaligus menepis tuduhan Israel dan AS terkait pengembangan senjata nuklir oleh Teheran.

Namun, Grossi membenarkan bahwa Iran telah memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen. Tingkat ini jauh melampaui kebutuhan energi sipil.

Menurut Grossi, pengayaan semacam itu adalah sesuatu yang ‘hanya dimiliki oleh negara-negara dengan senjata nuklir’. Dia menekankan para inspektur tidak dapat menyimpulkan Iran bermaksud untuk membuat bom.

Kendati demikian, penimbunan material tersebut menimbulkan pertanyaan serius. Grossi menambahkan, pengayaan ini menjadi ‘sumber kekhawatiran yang kami miliki dan tidak ada tujuan yang jelas’ untuk akumulasi material pada tingkat tersebut.

Secara teori, Grossi menyebut sentrifuga Iran berputar terus-menerus dan menghasilkan material yang cukup untuk membuat lebih dari 10 hulu ledak nuklir. "Tetapi apakah mereka memilikinya? Tidak," ujarnya.

Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama komandan militer senior.

Sebagai balasan, Iran bersumpah membalas AS dan Israel. Iran kemudian meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan AS di negara-negara Asia Barat, termasuk Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Iran juga menyerang Israel. Selain itu, kelompok yang didukung Iran, Hizbullah, turut melancarkan serangan ke Israel.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan