JUDUL

JUDUL

Ukuran Teks:

Pertamina Tegaskan Tanker LPG Tujuan RI Lintas Hormuz Bukan Miliknya

TERAS BERITA
Harian-Tinta.com, Jakarta – PT Pertamina International Shipping (PIS) membantah kepemilikan kapal tanker bermuatan LPG tujuan Indonesia yang berhasil melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (18/4). Menurut PIS, kapal tersebut tidak terkait dengan operasional atau kargo perusahaan pelat merah itu.

ISI BERITA
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengaku tidak mengetahui informasi rinci mengenai kapal yang dimaksud. "Kapal tersebut bukan kapal Pertamina dan tidak membawa kargo Pertamina," kata Vega kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/4).

Sementara itu, CNNIndonesia.com juga telah berupaya mengonfirmasi kejelasan mengenai kapal tanker LPG yang diberitakan menuju Indonesia tersebut kepada Kementerian ESDM, namun belum ada respons.

Berdasarkan catatan perusahaan analitik pelayaran Kpler, satu kapal tanker LPG berhasil melintas Selat Hormuz. Reuters melaporkan kapal ini melintas bersama 20 kapal lain.

Kpler menyebutkan, jumlah kapal yang melintas Selat Hormuz pada akhir pekan lalu merupakan yang tertinggi sejak 1 Maret 2026.

Tanker Muatan LPG RI yang Sukses Melintas Hormuz Bukan Milik Pertamina

Dari kapal-kapal yang melintas pada Sabtu kemarin, lima di antaranya diketahui terakhir mengangkut muatan dari Iran. Muatannya mulai dari produk minyak hingga logam. Tiga kapal di antaranya merupakan pengangkut LPG, dengan tujuan masing-masing ke China, India, dan Indonesia.

Tanker yang memuat LPG dengan tujuan Indonesia adalah Crave, sebuah kapal berbendera Panama. Kapal ini mengangkut LPG dari Uni Emirat Arab.

Selanjutnya, dua dari tiga tanker, Akti A dan Athina, mengangkut produk olahan minyak dari Bahrain menuju Mozambik dan Thailand. Kapal tanker berbendera Liberia, Navig8 Macallister, diketahui mengirimkan sekitar 500 ribu barel nafta dari Uni Emirat Arab ke Ulsan, Korea Selatan.

Kemudian, kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Fpmc C Lord berbendera Liberia mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah Arab Saudi menuju Pelabuhan Mailiao di Taiwan. Serta kapal berbendera India, Desh Garima, yang membawa sekitar 780 ribu barel minyak mentah Das dari Uni Emirat Arab, sedang menuju Sri Lanka.

Kapal Ruby yang membawa pupuk dari Qatar sedang menuju Uni Emirat Arab. Kapal tanker Merry M yang membawa petroleum coke dari Arab Saudi menuju Ravenna, Italia, juga berhasil melintas Selat Hormuz.

Sebagai informasi, Selat Hormuz saat ini kembali ditutup oleh Iran. Penutupan ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dinilai menodai kesepakatan gencatan senjata sementara.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan