Tragedi Kapal Feri Ter...

Tragedi Kapal Feri Terbalik di Guyana, 41 Penumpang Tewas Ditemukan

Ukuran Teks:

Harian-Tinta.com, Georgetown – Sebuah kapal feri terbalik di lepas pantai Guyana pada Sabtu (18/7) malam, menewaskan sedikitnya 41 penumpang. Kapal MV Barima itu dalam perjalanan menuju Port Kaituma saat insiden terjadi, dengan 77 orang berhasil diselamatkan.

Pencarian korban selamat telah dilakukan secara intensif sejak Minggu pagi. Hingga Rabu (22/7/2026), total 41 jenazah telah ditemukan dari lokasi kejadian.

"Total 41 jenazah kini telah ditemukan," demikian bunyi laporan pemerintah setempat, seperti dilansir AFP. "Penemuan jenazah pertama hari ini dilakukan pada pukul 10.15 pagi (14.15 GMT), dan 14 jenazah telah dievakuasi hingga pukul 13.00 hari Selasa."

Menteri Pekerjaan Umum Guyana, Juan Edghill, menyebut sempat terjadi ketidakpastian mengenai jumlah orang yang terlibat dalam tragedi ini. Hal itu disebabkan manifes penumpang yang tidak akurat, yang awalnya mencatat ada 133 orang di dalam kapal.

Namun, Perdana Menteri Guyana Mark Phillips menyatakan keyakinannya bahwa terdapat 179 orang di dalam kapal saat kecelakaan terjadi. Phillips juga mengumumkan, dua awak kapal feri yang sudah tua itu dinyatakan positif menggunakan ganja setelah insiden tersebut.

"Penyelidikan sedang berlangsung," tambahnya kepada wartawan pada Minggu kemarin.

Berdasarkan situs web pelayaran VesselFinder, kapal feri MV Barima dibuat pada tahun 1939. Kapal tersebut memulai perjalanannya pada sore hari dan panggilan darurat diterima sekitar delapan jam kemudian.

Diketahui, kapal biasanya menempuh perjalanan laut sebelum memasuki sungai untuk tiba di Port Kaituma, sebuah wilayah yang terletak jauh di dalam kawasan hutan hujan lebat Essequibo.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan